Noordin Sembunyi di Jatim

06-March-2006

Tim Kodam Ikut Memburu
JAKARTA - Polisi terus mengembangkan penyidikan terhadap Ahmad Basir Umar, yang dituduh ikut menyembunyikan Noordin Mohd Top. Selain dikorek keterangannya, warga Jl Kalimas Madya, Surabaya, ini dikeler tim Densus 88 Antiteror untuk melacak persembunyian Noordin di sejumlah kota di Jawa Timur.

Menurut sumber di kepolisian, dalam pemeriksaan terungkap bahwa Basir memang pernah berhubungan dengan Noordin. Itu terjadi saat Noordin yang disayembarakan Rp 1 miliar itu lolos dari penyergapan polisi di Semarang, Jateng, pada pertengahan Januari 2006.

"Basir mengaku sempat dikontak seseorang yang mengaku Noordin. Tapi, dia menyangkal pernah bertemu langsung dengan Noordin,” ujar sumber itu. Basir juga tetap membantah menyembunyikan atau mengetahui persembunyian Noordin. “Basir hanya mengakui pernah dihubungi beberapa rekannya di Jateng yang memberikan informasi tentang pelarian Noordin ke Jatim,” paparnya.

Nama Basir kali pertama dikantongi polisi berdasarkan hasil pemeriksaan kaki tangan Noordin yang ditangkap di Semarang, Temanggung. dan Sukoharjo, Jateng. Mereka adalah Ibnu Pramono, Wawan, Faturahman, dan Joko Wibowo. “Mereka mengaku Noordin sudah lari ke perbatasan Jateng-Jatim saat polisi menangkap mereka,” ungkap sumber itu. Polisi memperkirakan Noordin sudah masuk Jatim.

Polisi mengatakan, Basir kenal dekat dengan anak buah Noordin karena sama-sama pernah ke Ambon saat terjadi kerusuhan pada 1999. “Basir pernah bergabung dengan Kompak (Komite Penanggulangan Krisis) Ambon,” ujarnya. Karena itu, Basir diduga mengetahui siapa saja teman Noordin di Jatim.

Selain Basir, satu orang lagi yang diduga mengetahui persembunyian Noordin di Jatim. Dia berinisial Zw, warga Nganjuk. Menurut polisi, Zw pernah berhubungan dengan orang-orang yang terlibat peledakan bom Bali 2 di Jimbaran dan Kuta pada Oktober 2005. Dia sempat kabur ke NTT. Akhir Februari lalu polisi mendapat informasi bahwa Zw pulang ke Nganjuk. Tapi, dia lolos dari sergapan polisi.

Keberadaan Noordin di Jatim ini juga terendus Desk Antiteror Kodam Brawijaya. Menurut sumber di Kodam Brawijaya, saat ini beberapa petugas Desk Antiteror Kodam dikerahkan ke Kediri untuk mencari Noordin. “Desk Antiteror cepat-cepatan dengan polisi untuk bisa menangkap Noordin,” ungkap sumber yang juga anggota TNI-AD itu. Dia memperkirakan Noordin masih bersembunyi di Jatim.
Sumber: Indopos Online, 6 Maret 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali