Keluarga Basir Ragukan Keterkaitan dengan Noordin Mohd Top

06-March-2006

Surabaya-RoL-- Keluarga Ahmad Basir (36) di Kalimas Madya III, Surabaya, meragukan keterkaitan penjual buku itu dengan tersangka utama pengeboman di Tanah Air, Noordin Mohd Top.

“Fatih yang adiknya Basir bilang kalau kakaknya sehari-harinya hanya jualan buku dan tidak pernah menerima tamu di rumah,” kata anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Jawa Timur, M Sya`af SH di Surabaya, Minggu.

Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi ANTARA tentang penangkapan tim Detasemen Khusus (Densus)-88/Antiteror Polda Jatim terhadap Basir sesaat turun dari salat Jumat di Musholla “An-Nur” yang tak jauh dari rumahnya pada 3 Maret lalu.

"Yang jelas, Fatih dan keluarga Basir lainnya meragukan tuduhan polisi bahwa Basir menyembunyikan Noordin Mohd Top yang merupakan kawan dekat almarhum Dr Azahari yang tertembak di Batu (Jatim) pada 9 November 2005,” katanya.

Ia menjelaskan, dirinya akan menindaklanjuti keluhan keluarga Basir dengan menanyakan langsung penangkapan Basir ke Kepala Detasemen Khusus (Densus)-88/Antiteror Polda Jatim Kombes Pol Oerip Subagyo.

“Informasi yang diterima keluarga dari beberapa tetangga bahwa Basir langsung ditangkap saat keluar dari Musholla An-Nur bakdal `Jumatan` (usai salat Jumat),” katanya.
Setelah itu, katanya, ada beberapa polisi dari Densus-88/Antiteror Polda Jatim yang membawa surat penggeledahan datang ke rumahnya di Jalan Kalimas Madya III untuk melakukan penggeledahan.

“Dari kamar Basir, polisi yang mengendarai mobil Kijang itu mengambil sebuah tas, lalu pergi,” kata salah seorang kuasa hukum keluarga Basir tersebut.

Senada dengan itu, kuasa hukum TPM Jatim lainnya Fahmi H Bachmid mengakui, pihaknya akan segera menanyakan langsung ke Kepala Densus-88/Antiteror Polda Jatim guna mengetahui keberadaan Basir, sekaligus mengajak keluarganya untuk membesuk.

“Kami akan menanyakan dimana keberadaan Basir saat ini, apa betul masih di Polda Jatim atau sudah di Mabes Polri. Kami juga akan membawa keluarga Basir untuk menanyakan apakah kondisi Basir masih sehat atau sedang sakit,” katanya.

Menurut dia, penangkapan Basir itu meragukan, karena UU Terorisme tidak menyebut kategori menyembunyikan tersangka teroris secara jelas.

“Apakah yang disebut menyembunyikan itu bertemu, kenalan, lalu ditangkap karena dianggap menyembunyikan, padahal bisa saja dia hanya papasan (bertemu sepintas dan sesaat), tapi langsung dituduh menyembunyikan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Jatim AKBP Wijaya Purbaya ketika dikonfirmasi soal penangkapan warga Surabaya terkait terorisme itu menegaskan, bahwa dirinya mendengar kejadian tersebut.

“Informasinya dia memang sudah diperiksa di Direktorat Reskrim Polda Jatim, tapi informasi yang saya terima masih belum lengkap dan akurat, nanti akan saya konfirmasikan dulu. Tunggu, besok saja ya,” katanya.

Sementara itu, suasana rumah keluarga Basir di Jalan Kalimas Madya III Surabaya di kawasan Ampel tampak tertutup, kecuali jendela rumah bercat krem itu yang sedikit terbuka.

Ketika ANTARA mencoba menghubungi penghuni rumah itu per-telepon berulang kali dari luar, terdengar telepon rumah tersebut aktif, namun tidak ada yang menjawab.

“Kalimas Madya memang kampung yang tidak ada istilah cankruk`an (nongkrong di warung sambil makan dan minum). Kalau pagi sepi dan malam-nya apalagi,” kata Ny Hikmah, salah seorang penjual nasi di Jalan KH Mas Mansur yang berjarak 100 meter dari rumah Basir di Jalan Kalimas Madya III itu.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Densus 88/Antiteror Polda Jatim Kombes Pol Oerip Subagyo, disebutkan Basir disangka melanggar UU Antiterorisme 15/2003, termasuk pasal 13 a dan b.

Kedua pasal itu mempidanakan siapa saja yang dianggap mengetahui adanya tindak pidana terorisme dan mereka yang dianggap menyembunyikan secara fisik atau menyembunyikan informasi soal terorisme. antara/pur.

Sumber: Republika Online, 5 Maret 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali