06-March-2006
Penulis: Heri S dan Faishol T
SURABAYA--MIOL: Setelah menangkap Ahmad Basir,36, warga JlKalimas Madya III/19 Surabaya, Detasemen 88 Antiteror kembali menangkap Achmad Arief Hermansyah, 30, warga Jalan Tuwowo V Nomor 13 Surabaya, Senin.
Apabila Ahmad Basir ditangkap dengan dugaan menyembunyikan
tokoh teroris Noordin M Top, maka Arief yang Warga Kelurahan Gading Kecamatan Tambaksari Surabaya ini ditangkap dengan dugaan ikut membantu peledakan kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 2004 lalu. Arief ditangkap pada Minggu (5/3) saat dia sedang naik sepeda motor dengan istrinya Novi Herawati di kawasan Aloha Kabupaten Sidoarjo.
"Kasus ini masih dalam pengembangan. Penangkapan mereka berdua adalah hasil pengembangan dari kasus-kasus terorisme belakangan ini. Saat ini mereka akan cari keterkaitan dengan kelompok lain termasuk yang sekarang buron,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Widjaya Purbaya, Senin.
Menurut Widjaya, pihak Densus 88 Antiteror saat ini masih terus mengembangkan penangkapan ini. Termasuk apakah benar keduanya juga terlibat menyembunyikan tokoh teroris Noordin M Top juga masih dalam penyelidikan.
Kedua orang tersebut saat ini masih ditahan dalam tahanan Polda Jatim. Sesuai Undang-Undang Terorisme, keduanya bisa ditahan selama tujuh hari dalam proses pengembangan.
Koordinator Tim Pengacara Muslim Jawa Timur Fahmi H Bachmid yang kemarin juga mendatangi Polda Jatim mengatakan, kedua warga tersebut hendaknya segera dibebaskan apabila tidak terbukti sebagai teroris.
“Kami juga meminta agar pihak keluarga bisa ditemukan dengan kedua orang ini. Sebab ada anggota keluarga yang tidak tahu apabila anggota keluarganya ditangkap di Polda,” kata Fahmi.
Tohir, 55, bapak dari Achmad Arief Hermansyah mengatakan, pihaknya keberatan atas penangkapan tersebut. Apalagi pihak keluarga juga menyangsikan apakah Arief benar-benar terlibat dalam terorisme di Indonesia.
“Kami jelas keberatan soal penangkapan ini. Namun semuanya kami serahkan pada pihak TPM Pak Fahmi,” kata Tohir saat didatangi ke rumahnya.
Rumah di Jalan Tuwowo Gang V Nomor 13 Surabaya itu sebelumnya terlihat tertutup rapat. Wartawan berinisiatif meminta tolong Ketua RT XII RW IX Kusno. Ketua RT Kusno didampingi dua warga lain akhirnya mengetuk pintu rumah tersebut. Setelah sekitar sepuluh menit berupaya mengetuk pintu, Tohir baru membukakan pintu dan memberi keterangan sedikit pada wartawan.
“Saya pribadi tidak banyak tahu soal Arief Hermansyah sebab anaknya juga agak penutup,” kata Ketua RT Tohir kepada Media Indonesia.
Seperti halnya Tohir, Muhammad, paman Ahmad Basir juga menyatakan keberatan atas penangkapan seperti itu. Ahmad Basir ditangkap di Jl KH Mas Mansyur tepatnya di depan apotik Mustika, setelah Basir menunaikan Salat Jumat di Masjid An Nur Jl Kalimas Udik III Surabaya.
Pria lajang itu sehari-hari berdagang madu di kawasan KH Mas Mansyur Surabaya. Pihak keluarganya juga belum tahu keberadaan Ahmad Basir, apakah ditahan di Polda Jatim atau Mabes Polri. (HS/FL/OL-1)
Sumber: Media Indonesia Online, 6 Maret 2006
kirim ke teman
Komentar Anda