Ketegangan Polisi dan Tentara di Ambon Meningkat

05-March-2006

AMBON--MIOL: Personel polisi dan tentara kembali bentrok di kota Ambon Sabtu (4/3) malam. Akibatnya, sejumlah kawasan ruas jalan raya utama ditutup sementara satu anggota TNI dilaporkan masuk Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Latumeten karena menderita luka tusukan.

Ketegangan antar aparat polisi dan tentara ini dimulai sekitar pukul 21:00 WIT ketika terjadi keributan di Rumah Makan Barcelona tepatnya di jalan Said Perintah antara sejumlah orang berpakaian preman yang berlanjut dengan aksi kekerasan.

Ketegangan itu dilanjutkan dengan adanya pelemparan botol kosong yang dilakukan sejumlah orang tak dikenal yang kebetulan melewati depan kantor Pos Polisi Kota dan Markas Detasemen Kavaleri.

Selain warga sipil, sebuah mobil angkot jurusan Mardika-Karang Panjang yang melintasi kawasan itu juga dilempari dengan botol dalam jarak dekat sehingga memecahkan salah satu ban mobil itu.

Akibatnya ruas jalan raya Pattimura yang melintasi Pos Polisi Kota dan Markas Denkav V/BLC Kodam XVI/Pattimura untuk sementara ditutup aparat kepolisian. “Silakan lalui jalan Anthony Rhebook saja, jangan lewati depan Markas Denkav karena dikhawatirkan anda bisa dilempari orang tak dikenal,” ujar sejumlah personel polisi yang memblokir ruas jalan tersebut.

Di ruas jalan Merdeka Utara, depan markas Denkav V/BLC/Kodam XVI/Pattimura, seluruh lampu jalan padam. Begitupun ruas jalan menuju ke arah Perigi Lima yang menjadi markas Polres Pulau Ambon dan PP Lease ditutup untuk sementara dan lampu jalan sekitar daerah itu juga padam.

Sementara Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease, AKBP Leonidas Braksan ketika dikonfirmasi via hand phonenya Sabtu malam, mengaku belum bisa memberikan informasi karena masih melakukan patroli. “Nanti saja anda telepon balik setelah saya melakukan pemantauan di berbagai lokasi,” ujarnya singkat.

Ketegangan personil dua institusi pelindung negara dan pengayom masyarakat ini belum jelas akar permasalahannya namun insiden yang terjadi sejak Jumat (3/3) bermula dari pemukulan yang dilakukan Bharaka IM terhadap Serda Afrizal di kawasan Kapahaha pada pagi hari.

Peristiwa ini kemudian berlanjut pada malam hari sekitar pukul 21:00 WIT di mana Bripda Arnol Wakole, anggota Samapta Polda Maluku tewas ditusuk sekelompok orang tak di kawasan Trikora dan hanya selang tiga jam kemudian Serda Putu, anggota Kumdam Kodam XVI/Pattimura di kawasan jalan Said Perintah ditemukan tewas. (Ant/OL-06).

Sumber: Media Indonesia Online, 5 Maret 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali