Pemimpin Al-Qaeda Tewas saat Bentrokan

03-March-2006

Riyadh, rabu - Empat di antara lima anggota kelompok Al Qaeda yang tewas ketika terjadi bentrokan dengan aparat keamanan di Riyadh, Senin lalu, ternyata masuk dalam ”daftar buronan” berisi 36 nama orang yang paling dicari. Dua di antara lima orang itu termasuk pelaku ledakan bom bunuh diri di depan gerbang kompleks pusat pengolahan minyak terbesar di dunia yakni Abqaiq. Sementara satu orang lagi hingga kini belum bisa diidentifikasi.

Kantor berita SPA, Rabu (1/3), menyebutkan pemimpin Al Qaeda di Arab Saudi Fahd bin Faraj al-Juweir (36) juga termasuk salah satu dari lima orang yang tewas itu. Selain Juweir, dua anggota Al Qaeda lainnya yakni Ibrahim bin Abdullah al-Mutair (22) dan Abdullah bin Muhaya al-Shimari (25) juga tewas saat bentrokan. Kedua nama itu juga ada di dalam daftar yang dipublikasikan Juni lalu.

Mutair berada di urutan ke-11 dan Shimari ada di urutan ke-15. Sementara nama Juweir berada di urutan kedua. Setelah Juweir ada nama Younis al-Hayari, Komandan Jaringan Militan Maroko di Semenanjung Arab yang tewas tertembak di Riyadh, 3 Juli lalu. Buronan urutan keempat, Jaffal bin Rafie al-Shimari (28), juga disebutkan tewas terbunuh dalam bentrokan dengan aparat keamanan yang terjadi di daerah Al-Yarmouk, Senin lalu, usai serangan di Abqaiq yang diakui dilakukan oleh jaringan Al Qaeda.

”Juweir memimpin operasi di Arab Saudi setelah ’menggali pengalaman’ di Afganistan. Ia menyamar untuk bergerak dari satu lokasi rahasia ke lokasi rahasia lainnya,” sebut pernyataan tertulis Departemen Dalam Negeri Arab Saudi.

Di dalam pernyataan itu juga disebutkan 15 dari 36 nama buronan yang ada di dalam daftar itu beroperasi di Arab Saudi dan dilaporkan tewas ataupun telah tertangkap.

Para pengamat masalah keamanan menyebutkan sisanya—21 orang—berada di luar Arab Saudi. Mayoritas dari mereka diyakini telah bergabung dengan kelompok perlawanan yang ada di Irak. Bahkan, sebagian besar dari mereka juga diyakini telah tewas. ”Kepolisian telah menangkap atau mengeksekusi mereka yang ada di dalam daftar itu,” kata ahli masalah Al Qaeda, Fares bin Houzam.

Generasi internet
Sementara, lanjut Houzam, anggota-anggota Al Qaeda yang saat ini ”tampil ke publik” dengan serangkaian serangan dan ledakan bom itu termasuk generasi baru yang masuk atau direkrut Al Qaeda melalui situs internet, tidak seperti anggota-anggota sebelumnya yang direkrut dan dilatih di Afganistan.

”Meski banyak yang tewas atau ditangkap, berbagai serangan masih tetap akan terjadi. Namun kita masih belum tahu tingkat keberhasilannya,” ujarnya.

Serangan di Abqaiq termasuk serangan terbesar pertama yang dilakukan kelompok yang menentang pemerintahan monarki Arab Saudi sejak serangan bom bunuh diri di Departemen Dalam Negeri Arab Saudi di Riyadh, Desember 2004. Kelompok Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden selama ini terus berupaya menggoyang pemerintahan Saudi.(AFP/REUTERS/LUK).

Sumber: Kompas Online, 2 Maret 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali