03-March-2006
Jakarta-RoL—Kepala Perwakilan United Nations Development Programe (UNDP) untuk Indonesia Bo Asplund mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup berhasil membangun demokrasinya di Asia Tenggara.
“Sukses Indonesia dalam membangun politik yang demokrasi tercermin dari pelaksanaan Pemilu 2004 lalu yang berlangsung sukses aman dan diterima semua pihak,” kata Bo Asplund di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan dalam pemilihan tersebut sebanyak 78 persen pemilih menggunakan hak pilihnya, hal itu menunjukkan indikasi rakyat Indonesia memiliki keinginan kuat untuk berdemokrasi. Kondisi tersebut menurut dia harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Salah satu upaya yakni melalui sebuah program dukungan pendalaman demokrasi di Indonesia.
Ia mengatakan UNDP memberikan dukungannya dengan bantuan senilai 20 juta dollar AS yang akan dilakukan selama empat tahun (2006-2009). Sebanyak 1,5 juta dollar AS langsung dikucurkan UNDP, sedangkan sisanya akan diperoleh dari donatur yang digalang badan program pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa itu.
“Demokrasi di sini (Indonesia) cukup solid, dan hal ini harus dipertahankan,” katanya. Salah satunya dengan membangun kesadaran berpolitik masyarakat termasuk menyertakan pendekatan-pendekatan pendidikan, sosial budaya yang bisa menumbuhkan semangat untuk berdemokrasi disamping melakukan penguatan lembaga pemilihan umum dan dukungan kepada parlemen.
Ia menyebutkan ada tiga pilar yang diusung program dukungan pendalaman demokrasi di Indonesia itu yakni civic education, electoral reform dan parlimentary support. “Program pendalaman demokrasi akan menciptakan hubungan yang lebih baik antara masyarakat dengan pemerintah selain itu juga bisa membantu parlemen dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sebelumnya dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah RI yang dilakukan oleh Kepala Bapenas Paskah Suzetta, Dirjen Kesbang dan Politik Depdagri, Dirjen Otonomi Daerah Depdagri, Sekjen DPR RI, Deputi Sekjen DPD RI dan Sekjen KPU dengan UNDP yang diwakil oleh Kepala Perwakilan UNDP, Bo Asplund yang berlangsung di Bappenas Jakarta. antara/pur
Sumber: Republika Online, 2 Maret 2006
kirim ke teman
Komentar Anda