Pimpinan Al-Qaeda Saudi Tewas

02-March-2006

Pemimpin jaringan Al-qaeda di Arab Saudi, Fahd bin Faraj al-Joweir, berada di antara lima pegaris keras tewas dalam tembak-menembak hari Senin di Riyadh, kata kementerian dalam negeri hari Selasa (28/2).

“Joweir, 36 tahun...menangani sel kejahatan, dan yang lain telah dikalahkan pasukan keamanan,” kata pernyataan kementerian itu, yang disiarkan kantor berita SPA.

Ia ikut dalam serangan gagal pekan lalu atas kilang besar minyak Abqaiq di propinsi timur, kata pernyataan tersebut.

Dua pegaris keras lain di antara kelima korban tewas itu tercatat merupakan bagian dari 36 pegaris keras paling dicari di kerajaan itu, tambah pernyataan tersebut.

Pasukan keamanan Arab Saudi menewaskan lima orang, yang diduga berhubungan dengan upaya peledakan kilang terbesar pemrosesan minyak, dalam bakutembak di pinggir kota Riyad, Senin, kata sumber keamanan dan media.

“Bentrokan sudah usai. Sarang (tersangka --Red) diserang dan kami menewaskan mereka, yang kami temukan di sana,” kata sumber itu, yang tak mengetahui secara pasti jumlah korban jiwa.

Ambulan bergegas ke tempat kejadian, tapi daerah di sekitar rumah terkepung di wilayah Al-Yarmuk itu tetap ditutup bagi lalulintas umum di tengah kehadiran banyak anggota keamanan.

Dua helikopter terbang di atas tempat bakutembak satu jam tersebut.

Stasiun televisi berpusat di Dubai, Al-Arabiya, melaporkan, “Semua tersangka, yang dikepung di satu rumah di bagian timur Riyad, tewas.” Stasiun televisi itu menyebutkan jumlah korban jiwa adalah lima.

Menurut korespondennya, banyak senjata disita dari tempat persembunyian tersangka itu, yang sebelumnya dikepung di tengah bakutembak sengit melibatkan granat dan senjata otomatis.

Pembom bunuh diri berusaha menerobos kilang di Abqaiq di provinsi kaya minyak itu, Jumat (24/2), tapi serangan mereka digagalkan dalam kejadian yang menewaskan dua anggota keamanan tersebut. Dua orang, yang berusaha melakukan pemboman, juga tewas.

Pernyataan dari Al-qaeda, yang dikirim melalui Internet, jaringan itu menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Jaringan pimpinan Osama bin Laden itu berikrar akan menyerang lebih banyak prasarana minyak di Arab Saudi.

Penyerang bom bunuh diri Al-qaeda di Arab Saudi itu menggunakan dua ton peledak dalam serangan gagal mereka tersebut, kata kementerian dalam negeri, Minggu (26/2).

Pernyataan kementerian itu mengatakan, masing-masing dari dua pikep, yang digunakan dalam serangan itu, membawa satu ton peledak, yang dibuat dengan amonium nitrat. Juga terdapat sejumlah peledak lain, termasuk nitrogliserin dan RDX.

Pemboman gagal itu menimbulkan ledakan besar di pintu gerbang kilang tersebut, yang merupakan tempat sebagian besar sumber produsen minyak mentah terbesar dunia.

Pernyataan kementerian itu mengatakan, uji DNA menunjukkan bahwa kedua pembom bunuh diri, yang tewas dalam ledakan itu, adalah Mohammed al-Ghaith dan Abdullah al-Tweijri. Keduanya berada dalam daftar gerilyawan, yang terkait dengan Al-qaeda, yang diburu.

Al-qaeda di Arab Saudi mengenali kedua orang itu Sabtu dan mengatakan dalam pernyataan di Internet bahwa serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas seruan pemimpin Al-qaeda Osama bin Laden untuk menyerang prasarana minyak. [EL, Ant]

Sumber: Garta Online, 1 Maret 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali