23 Tewas Akibat Bom Mobil di Bagdad

02-March-2006

Bagdad-RoL-- Sedikit-dikitnya 23 orang tewas 58 cedera hari Rabu akibat bom mobil di daerah Jadida, yang berpenduduk campuran Syiah-Suni di Bagdad tenggara, kata pejabat kementerian dalam negeri.

Serangan itu terjadi di jalan utama daerah itu, yang juga merupakan pasar, pada tengah hari (sekitar pukul 16.00 WIB), kata pejabat tersebut. Kejadian itu merupakan serangan terahir dari serangkaian pemboman untuk menggoyang Irak, khususnya Bagdad, sesudah 64 orang tewas hari Selasa dalam pemboman serupa.

Pada hari Selasa, bom mobil meledak di daerah Jadida dan mengakibatkan banyak korban.Serangkaian pemboman hari Selasa menewaskan 64 orang, termasuk 25 orang dalam ledakan bom mobil di luar mesjid Syiah di Bagdad, meningkatkan kekuatiran akan babak baru kekerasan sektarian di Irak.

Gelombang baru serangan gerilyawan pada tatanan rapuh suku dan agama di negara tersebut juga mencederai 182 orang. Bom mobil meledak Selasa malam di luar mesjid Syiah di daerah al-Hurriya, Baghdad timurlaut, menewaskan 25 orang dan mencederai 43 orang lain, kata pejabat keamanan.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah tiga bom meledak Selasa pagi dalam selang waktu cepat di daerah Syiah-Sunni di ibukota Irak tersebut, menewaskan sedikitnya 30 orang dan mencederai 130 orang lain.

Serangan Selasa itu mengingatkan orang akan serangan bom Rabu lalu terhadap mesjid terkenal Syiah di Samara, sebelah utara Baghdad, yang menyulut gelombang pembalasan Syiah terhadap minoritas Suni Irak, yang mendorong negara itu ke ambang perang saudara.
Pemerintah Irak menyatakan 379 orang tewas dan 458 cedera dalam kekerasan di negara itu sejak pemboman di Samara. Serangan bom terakhir di Bagdad itu terjadi hanya sehari setelah pihak berwenang mencabut larangan keluar rumah dan larangan berkendaraan di kota tersebut.

Pejabat Irak menangkap 10 orang terkait Alqaeda, termasuk empat pengawal, sehubungan dengan pemboman pekan lalu atas mesjid suci Syiah, kata pejabat tinggi hari Selasa. “Penyelidikan itu membuat kami yakin bahwa Alqaeda di Irak bertanggungjawab atas serangan itu,” kata penasehat keamanan negara Irak Muwaffaq Rubaie.

“Kami menangkap empat polisi, yang bertanggungjawab menjaga musoleum itu, bersama enam orang lain,” katanya.

“Semua terlibat dalam pemboman mesjid berkubah keemasan di Samara, Irak utara, itu,” katanya seusai pembicaraan dengan pemimpin puncak agama Syiah Ayatollah Ali Sistani di kota suci Najaf. Kubah mesjid itu hancur oleh ledakan kuat pada 22 Februari 2006, dalam serangan memicu pembalasan terhadap masyarakat minoritas Suni.

Lebih dari 300 jasad korban akibat kekerasan diterima kamar mayat Bagdad sejak pemboman itu, kata wakil direktur kamar mayat itu. Serangan itu menghancurkan kubah salah satu mesjid tersuci Syiah di dunia, memicu balasan atas sedikit-dikitnya 27 mesjid Suni di Bagdad.

Kantor Perdana Menteri Ibrahim Jaafari mengumumkan bahwa tiga tersangka ditangkap terkait dengan pemboman fajar itu, kata berita singkat siaran televisi setempat beberapa saat sesudah pemboman tersebut, yang agaknya bertujuan meredakan ketegangan itu. Pemboman atas mesjid Imam Ali itu, dilakukan beberapa orang mengenakan seragam komando polisi, merupakan pancingan untuk merusak kesatuan rakyat Irak, kata Muwaffaq Rubaie. antara/afp/mim.

Sumber: Republika Online, 1 Maret 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali