Al Qaeda Musuh Bersama (Common Enemy) Umat Islam

01-March-2006

CMM/JKT
Peristiwa 11 September mengantar Al Qaeda dan Osama menjadi “selebritis” internasional. Kepopuleran Al Qaeda mengalahkan kepopuleran group musik kawakan seperti Rolling Stones dan The Beatle. Begitu juga dengan Osama bin Laden, sebuah nama yang layak disejajarkan dengan nama John Lenon dan Britney Spear dari segi kepopulerannya. Sayangnya, Al Qaeda dan Osama menjadi selebritis internasional bukan karena kepiawaiannya menghibur jutaan orang, tapi karena kehebatannya membuat kerusakan di muka bumi.

Diberitakan pada hari Senin (27/2/06) terjadi baku tembak antara aparat keamanan Riyadh, Saudi Arabi dengan kelompok Al Qaeda “cabang” Arab Saudi. Lima orang yang diyakini kelompok Al Qaeda tewas dalam baku tembak tersebut. Kelima orang ini dituduh terkait dengan serangan bom bunuh diri yang digagalkan, Jumat, di Abqaiq; sebuah kawasan pabrik pabrik pengolah hasil minyak bumi terbesar di dunia. Al Qaeda dalam situsnya menyatakan bertangung jawab atas serangan ke Abqaiq dan berjanji akan melakukan serangan serupa di instalasi minyak Arab Saudi (Kompas, 28 Februari 2006).

Janji Al Qaeda untuk melancarkan serangan atas instalasi minyak Arab bertentangan dengan posisi Osama, sebagai orang pertama dalam “rantai komando” Al Qaeda, yang menempatkan diri sebagai lawan Amerika dan membela kepentingan Islam dan umatnya. Menjadikan instalasi minyak Saudi Arabia sebagai target saasaran bom jauh sekali dari upaya membela kepentingan umat Islam. Hal ini merupakan “upaya sistematis” untuk menyengsarakan umat Islam Saudi Arabia.

Arab Saudi menyenggalarakan pemerintahannya mengandalkan sumber minyak. Penghancuran pabrik pengolahan minyak akan meruntuh perekonomian negara ini. Jika hal ini yang terjadi, maka umat Islam Arab Saudi akan seperti umat Islam Indonesia. Hidup miskin dan tidak bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Apakah ini yang diinginkan Al Qaeda yang mengaku sebagai pembela kepentingan Islam dan umatnya? Tentu kita harus berpikir seribu kali jika menyatakan ‘ya’ atas pertanyaan ini.

Kenapa Al Qaeda mengincar Saudi Arabia yang nota bene adalah tanah kelahiran Osama? Penyebabnya adalah sakit hati Osama kepada keluarga Raja. Ayah Osama adalah seorang kontraktor dam dekat dengan keluarga raja sehingga proyek-proyek besar jatuh ke gengaman keluarga Osama. Dengan bergulirnya waktu, posisi keluarga Osama terjengkal pusat pemerintahan Arab Saudi, keluarga raja. Inilah awal kebencian Osama kepada Arab Saudi.

Ketika Arab Saudi meminta bantuan Amerika melindangi Saudi dari serangan Saddam Husein, Osama meneriakkannya penolakannya secara lantang. Ia mengatakan kepada pemerintah Saudi siap memobilisasi Arab-Afghan (mantan mujahidin Afghanistan yang sedang “nganggur”) untuk melawan serangan dari Irak. Tapi seruan Osama ini tidak digubris pemerintah Saudi. Osama marah dan melontarkan kritik atas kebijakan pemerintah Saudi dan “ulama tukang”nya, yaitu Abdullah Bin Baz. Bin Baz adalah Mufti Besar Arab Saudi yang fatwa dan tausiyah nya didikuti oleh rakyat Saudi, termasuk keluarga kerajaan.

Tentu saja, kritikan atas kebijakan permerintah Arab Saudi dan kepada pribadi Bin Baz membuat pemerintah Arab Saudi kebajaran jenggot dan memerintahkan penangkapan Osama serta mencabut kewarganegaraannya; sebuah keputusan yang belum pernah ada sebelumnya. Ini adalah puncak kebencian Osama kepada pemerintah Arab Saudi dan melakukan aksi-aksi untuk terus merongrong pemerintah Saudi.

Sudah jelas sekali, apa yang dilakukan Osama dengan Al Qaeda sama sekali bukan bertujuan membela kepentingan umat Islam. Dari janji Al Qaeda untuk meruntuhkan pabrik pengolahan minyak tanah Arab Saudi dapat dipahami bahwa aksi Al Qaeda sangat merugikan umat Islam. A. Maftuh Abegebriel dalam bukunya menulis bahwa sebenarnya lahirnya Al Qaeda sangat berkaitan dengan masalah-masalah internal negara-negara Timur Tengah. Sama sekali tidak berhubungan dengan Islam, Islam hanya digunakan sebagai alat untuk menggalang solidaritas. (A. Maftuh Abegebriel, et. al, Negara Tuhan: The Thematic Incyclopaedia, 2004).

Gerakan Osama dengan Al Qaeda-nya bukan lagi mencerminkan pembelaan atas umat Islam, tapi sudah tumpang tindih antara dendam pribadi Osama. Inilah yang harus diinsyafi umat Islam agar jangan sampai terbuai “celoteh” Osama yang selalu mengatasnamakan Islam dan umatnya. Al Qaeda bukanlah organisasi yang memperjuangkan kepentingan umat Islam, tapi ia adalah benalu di tubuh umat. (CMM/deny)

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali