UU Antiterorisme Lolos, Isinya Amat Tegas

01-March-2006

Moskwa, Minggu - Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) meloloskan sebuah Undang-Undang Antiteroris, Minggu (26/2) di Moskwa. UU itu memungkinkan militer Rusia menembak jatuh pesawat penumpang yang sedang dibajak.

UU itu bernama Kontra-Aksi Teroris dan diloloskan dengan 423 suara, satu suara menentang dan delapan abstain. UU itu selanjutnya akan dibawa ke Majelis Tinggi Parlemen dan Presiden Vladimir Putin untuk disahkan. Namun, kedua prosedur ini diyakini sekadar formalitas belaka.

Nikolai Kovalyov, seorang Deputi Pendukung Partai Rusia Bersatu, menambahkan, UU itu memang sangat dibutuhkan Rusia. ”UU itu mendefinisikan apa yang dimaksud dengan terorisme. Tanpa UU ini, sulit untuk berjuang melawan terorisme dengan tindakan hukum,” katanya.

Pavel Krasheninnikov, Ketua Komite Perundang-Undangan Duma, menggambarkan UU itu sebagai sesuatu yang tegas. ”Ketika membuat UU ini, kami belajar dari pengalaman menyedihkan serangan teroris di Madrid, Amerika Serikat, Beslan, dan di mana saja,” kata Krasheninnikov kepada wartawan.

Aksi terorisme di Beslan merupakan salah satu serangan teroris terbesar di Rusia. Aksi yang berlangsung akhir September 2004 itu diwarnai penyanderaan anak-anak sekolah dan guru. Akibat serangan itu, sebanyak 331 orang tewas, termasuk 186 di antaranya anak-anak.

Naskah UU Antiterorisme yang disahkan berisi sejumlah prosedur operasi kontraterorisme yang diperbolehkan mengabaikan hak- hak sipil, menembak pesawat penumpang yang dibajak jika pesawat itu mengancam obyek-obyek strategis atau wilayah padat penduduk.

Pada draf awal, UU itu menyebutkan akan membatasi pemberitaan media massa selama operasi antiteror berlangsung. UU itu juga membolehkan penyadapan atas surat elektronik dan komunikasi telepon dengan alasan keamanan.

Selain itu, UU tersebut juga memberikan wewenang kepada militer Rusia untuk mengadakan operasi antiteror hingga ke luar wilayah Rusia. Namun, hanya presiden yang memiliki otoritas untuk memerintahkan operasi semacam itu.

Pemerintah Rusia sejak lama mengancam akan menggelar operasi di wilayah tetangganya, Georgia, untuk memerangi gerilyawan asing yang masuk ke wilayah Rusia melalui negara itu.

Perang terhadap terorisme gencar dilakukan Rusia, terutama sejak tragedi Beslan terjadi. Awal bulan lalu Putin memerintahkan membentuk sebuah komite kontraterorisme yang baru untuk mengoordinasikan semua upaya melawan terorisme di bawah kendali badan keamanan FSB.
Pada 7 Februari lalu Putin memerintahkan agen rahasia Rusia menyerang semua goa yang dihuni teroris untuk membasmi tersangka seperti membasmi tikus. (AFP/BSW).

Sumber: Kompas Online, 27 Februari 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali