01-March-2006
Kabul, minggu - Ratusan tahanan yang bentrok dengan para penjaga penjara Pul-e-Charkhi di Kabul, Sabtu malam, kini telah mengambil alih dan menguasai penjara, Minggu (26/2).
Bentrokan yang dilaporkan menewaskan empat tahanan itu berawal ketika para tahanan—mayoritas anggota kelompok Taliban dan Al Qaeda—berusaha melarikan diri.
Sebelum melarikan diri—dengan memanjat tembok—para tahanan membakar sebagian bangunan penjara.
Kepala penjara di Afganistan, Abdul Salaam Bakshi, menyebutkan ada dua penjaga perempuan yang disandera oleh para tahanan. Pul-e-Charkhi termasuk kompleks penjara terbesar yang dibangun sejak 1970-an. Bentrokan terjadi di bagian Blok 2 yang saat ini berisi sekitar 1.300 tahanan.
Dikarenakan ada niat untuk melarikan diri, para tahanan ”mencari gara-gara” saat penjaga membagikan seragam baru tahanan. Para tahanan menolak seragam dan terjadilah bentrokan.
Para tahanan kemudian membakar kasur, pakaian, dan tempat tidur mereka. Karena tidak memiliki senjata, para tahanan berusaha merebut senjata milik para penjaga, tetapi gagal.
Bentrokan semakin panas saat para tahanan menjebol dinding-dinding pembatas setiap bagian penjara.
Saat ini pasukan Afganistan telah berada dalam penjara. Aparat kepolisian juga telah mengepung dan menutup seluruh jalan keluar masuk penjara. Delapan kendaraan tank ditempatkan di sekitar penjara. Akibat tembak-menembak antara tentara dan tahanan, banyak yang terluka.
Namun, menurut Wakil Menteri Kehakiman Mohammad Qasim Hashimzai, para tahanan menolak untuk menyerahkan tahanan yang terluka. Selain menyandera dua penjaga perempuan, tahanan laki-laki juga menyandera beberapa tahanan perempuan. Para tahanan mengancam akan membunuh sandera jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Namun, hingga kini belum jelas apa tuntutannya.
”Para tahanan menolak untuk berunding dengan pengelola penjara. Mereka hanya bersedia berunding dengan para pemimpin mujahidin—pemimpin gerakan perlawanan anti-Soviet tahun 1980-an yang hingga kini masih berpengaruh—atau pejabat tinggi pemerintahan,” kata Hashimzai.
Bentrokan dan kerusuhan seperti pada hari Sabtu itu bukan pertama kalinya terjadi di penjara terbesar dengan sekitar 7.000 tahanan—600 di antaranya anggota kelompok Taliban dan Al Qaeda itu. Tujuh bulan lalu tujuh tahanan anggota Taliban menyamar sebagai pengunjung dan melarikan diri dari penjara. Saat terjadi kerusuhan 10 jam pada Desember 2004, lima penjaga dan empat tahanan juga tewas. (AP/AFP/LUK).
Sumber: Kompas Online, 27 Februari 2006
kirim ke teman
Komentar Anda