PBB Harus Ikut Hentikan Pelecehan Agama

15-February-2006

Jakarta-RoL-- Forum Dialog Lintas Agama dan Gerakan Nasional Antiterorisme yang merupakan gabugan dari perwakilan agama Islam, Budha, Kristen, Katholik, dan Ahmadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut menghentikan kasus pelecehan agama.

“PBB seharusnya ikut mengeliminir kasus pelecehan terhadap agama, dan di Indonesia merupakan negara dengan mayoritas Muslim terbanyak. Karena itu sudah sewajarnya kita dari lintas agama sangat peduli,” kata Pendeta Alma Shephard Supit perwakilan dari agama Kristen didampingi perwakilan agama yang lain di kantor perwakilan PBB Jakarta, Rabu.

Perwakilan lintas agama sebanyak tujuh orang diantaranya Fauzan Al Anshari (Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI), Theophilus Bela (perwakilan Katholik).Perwakilan dari Kristen (Alma Shephard Supit), perwakilan agama Budha (Lieus Sungkharisma), perwakilan Jemaat Ahmadiyah Indonesia atau JAI (Mubarik) bertemu dengan Direktur Dinas Penerangan PBB perwakilan Jakarta, Abdillah Mbamba.

"Kami bertemu dengan perwakilan PBB untuk mengajukan memorandum dan meminta agar PBB ikut menghentikan pelecehan terhadap agama dengan mengeluarkan resolusi,” katanya.Lebih lanjut, Alma mengatakan forum dialog lintas agama juga berharap pelecehan terhadap agama yang kini terjadi pada Islam tidak terjadi pada agama yang lain.

Dalam kesempatan itu Theo mencontohkan pelecehan terhadap agama juga pernah dialami penganut agama Katholik yang tersingung dengan pemuatan karikatur Paus dengan kondom oleh surat kabar Bangkok Post.  “Bagi penganut yang cinta damai, tentu melihat pemuatan tersebut sangat marah. Namun akhirnya pihak penerbit Bangkok Post meminta maaf. Karena itu sudah saatnya segala bentuk pelecehan - pelecehan itu tidak terulang lagi,” katanya.

Memorandum yang diserahkan kepada perwakilan PBB di Jakarta berisi lima pernyataan di antaranya penilaian bahwa pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW memiliki unsur kesengajaan untuk melecehkan salah satu agama terbesar di dunia dan merupakan salah satu bentuk provokasi dan teror terhadap pemeluknya. Seluruh isi memorandum dibacakan oleh Fauzan Al Anshari (Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI).

Usai membacakan memorandum, Direktur Dinas Penerangan PBB perwakilan Jakarta, Abdillah Mbamba mengatakan pihaknya memahami perasaan kaum Muslim terhadap kasus pemuatan karikatur. Abdillah juga mengaku akan meneruskan memorandum tersebut.  Sekjen PBB, lanjut Abdillah juga telah tiga kali menyatakan bahwa kebebasan pers tidak sebagai lisensi untuk melakukan penghinaan agama. Usai menyerahkan dan membaca memoradum, seluruh perwakilan Forum Dialog Lintas Agama dan Gerakan Nasional Antiterorisme membubarkan diri. antara/mim

Sumber: Repbulika Online, 15 Februari 2006

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali