Presiden akan Buka KUII

05-May-2010

JAKARTA—Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-5 yang akan diselenggarakan pada 7-10 Mei 2010, rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan penutupan KUII, kata Ketua Pelaksana KUII, Ichwan Syam, menurut rencana akan dilakukan Wakil Presiden Boediono.

‘’Kami sudah mengajukan permohonan dan menunggu kepastian secepatnya,’’ kata Ichwan di Jakarta, Selasa (4/5). Ia mengatakan, acara yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, ini akan dihadiri oleh semua elemen, baik ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, maupun lembaga keagamaan.

Menurut dia, ormas yang diundang dalam penyelenggaraan KUII sebanyak 60 ormas. Mereka sudah menyatakan siap hadir. Kongres ini juga merupakan sarana untuk mewujudkan kerja sama dengan lembaga, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Untuk kerja sama dalam negeri, jelas Ichwan, MUI akan menandatangani naskah kerja sama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Kerja sama ini bertujuan membangun daerah-daerah tertinggal dengan penyebaran dakwah Islam.

Sedangkan dengan lembaga luar negeri, Ichwan mencontohkan, MUI juga akan melakukan kerja sama dengan Australian Federation Islamic Council (AFIC). ‘’Kerja sama tersebut akan mencakup berbagai bidang,’’ katanya menegaskan.

Ichwan mengatakan, KUII merupakan kegiatan rutin lima tahunan yang diselenggarakan MUI bersama ormas dan lembaga Islam. KUII merupakan kelanjutan dari forum yang pernah diadakan oleh Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), yang pernah mengadakan dua kali pertemuan yang melibatkan tokoh Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pengarah, Din Syamsuddin, mengatakan, ada dua isu besar yang akan dibahas dan menjadi bahasan utama dalam kongres yang mengusung tema Kepemimpinan Umat untuk Kesejahteraan Bangsa tersebut.

Isu pertama, kata Din, adalah penguatan ekonomi umat Islam sebagai pendukung dan pemeran aktif dalam perekonomian bangsa. Sedangkan isu kedua, yang akan diangkat dalam kongres adalah soal krisis kepemimpinan yang dihadapi umat. ‘’Ini merupakan isu serius,’’ katanya.

Din mengatakan, selain dua isu besar tersebut, KUII akan membahas persoalan hangat yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap, KUII akan menghasilkan konsensus dan rekomendasi penting, terkait krisis yang dihadapi umat Islam Islam secara khusus dan dunia Islam pada umumnya.

Selain itu, Din berharap dari KUII ke-5 ini akan muncul pemikiran cerdas tentang solusi konkret untuk menangani masalah yang dihadapi umat. ‘’Esensinya, kongres ini bukan ajang untuk tebar pesona, tetapi menebar manfaat,’’ ujarnya.

Sumber: Republika Online, 5 Mei 2010

Komentar Anda

Tulis Komentar






Perlihatkan email   Ingat saya
Peringatkan saya jika seseorang membalas komentar saya?

Ketik huruf dibawah ini:

kirim ke temankirim ke teman
« kembali