09-March-2010
JAKARTA--MI: Penggerebekan sarang teroris di Lambakeu, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis (4/3) lalu, membuat Polri menelusuri pemasok senjata pada teroris yang cukup banyak memiliki perlengkapan dan persiapan serangan. Dalam penelusuran polisi, dua pemasok senjata tersebut berhasil ditangkap di Jakarta dan Jawa Barat.
Penangkapan dua pemasok tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat ditemui di sebuah acara di Jakarta, Senin (8/3). “Pemasok senjata api sudah kami tangkap dua orang, kemarin (Minggu, 7/3). Kami tangkap di Jakarta dan Jawa Barat,” ujarnya.
Saat ditanyakan tepatnya penangkapan itu dilakukan, Kapolri hanya menjawab pihaknya akan menjelaskan secara utuh nantinya, tidak sepotong-sepotong. Dua pemasok senjata api tersebut belum bisa diberitahukan oleh Kapolri. Dia berdalih pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait jaringan teroris di Aceh. “Proses pengembangan dan penindakan terhadap teroris di Aceh terus berjalan termasuk jaringah di luar Aceh juga kita lakukan,” sebutnya.
Ditegaskan oleh Kapolri, teroris yang digerebek di Aceh tidak terkait dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menurutnya, kegiatan teroris tersebut murni karena ada rencana teror, bukan karena GAM. Tapi, Kapolri tidak menjelaskan ancaman teror apa dan di mana yang sedang direncanakan teroris tersebut.
Penggerebekan yang dilakukan Kamis pekan lalu itu berhasil menangkap 19 teroris, tiga di antaranya tewas tertembak timah panas polisi. Sedangkan untuk anggota polisi yang tewas dalam penggerebekan tersebut ada tiga orang, 1 dari Brimob Mabes Polri dan 3 dari Brimob Polda NAD.
Terkait dengan tewasnya tiga polisi saat penggerebekan, Kapolri menampik dugaan anggotanya tidak menggunakan pelindung. “Di lapangan mereka menggunakan rompi, kebutuhan amunisi pun mencukupi,” tandasnya. Namun, Kapolri mengakui ada permasalahan medan operasi yang membuat polisi kesulitan.
Selain itu, Kapolri menyebutkan sudah mengantongi nama-nama teroris yang berjumlah puluhan. Karenanya, ia memerintahkan penambahan pasukan untuk mengejarnya, yakni sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK) dikerahkan untuk memburu jaringan teroris Aceh. (*/OL-04)
Sumber: Media Indonesia, 8 Maret 2010
kirim ke teman
Komentar Anda