28-June-2010
Jakarta, Kompas - Usaha untuk menumbuhkan kerja sama antarumat beragama tidak cukup hanya dilakukan melalui dialog antaragama yang dilakukan oleh para pemimpin agama. Kesepahaman dan toleransi di antara umat beragama itu justru perlu dibangun melalui upaya-upaya nyata di dalam komunitas, khususnya pada keluarga dan generasi muda.
Hal itu diungkapkan Ketua Indonesia Conference on Religion and Peace Siti Musdah Mulia di Jakarta, pekan lalu. ”Perdamaian harus didorong bersama-sama, tak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” katanya.
28-June-2010
Oleh A Ilyas Ismail
Islam pada dasarnya adalah agama global dalam arti berlaku di segala ruang dan waktu. Menurut Husain al-Syairazi, pengarang kitab al-Aulamah: Dirasah Islamiyyah Mu`ashirah, Islam bukan saja memiliki watak global, melainkan juga merupakan agama pertama yang sudah mengglobal sejak awal kehadirannya.
Karena Islam berwatak global, dakwah Islam, menurut ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, harus bersifat global pula. Dalam buku, Khithabuna al-Islami fi `Ashr al-Aulamah (Dakwah di Era Globalisasi), al-Qaradhawi menerangkan pentingnya globalisasi dakwah karena dua alasan pokok.
28-June-2010
Oleh Husein Ja’far Al Hadar
(Direktur Lembaga Study of Philosophy Jakarta)
Mungkin, eksistensi terorisme di Indonesia memang benar-benar telah rapuh, sebagaimana diyakini oleh pihak kepolisian. Pasalnya, baru beberapa waktu lalu Densus 88 berhasil membunuh dan menangkap gerombolan teroris, kini kawanan teroris kembali tertangkap di kawasan Klaten, Jawa Tengah.
Asumsi telah rapuhnya terorisme di Indonesia minimal terbentuk atas beberapa pertimbangan dasar. Pertama, telah dieksekusi mati atau terbunuhnya para pimpinan teroris, khususnya gembong teroris Noordin M Top. Sehingga, koordinasi terorisme di Indonesia dinilai telah lemah tanpa keberadaan para pemimpin kawakan mereka yang memang memiliki kemampuan jebolan Afghanistan. Kedua, mudahnya gerombolan teroris yang kian ada dan tersisa di Indonesia untuk ditangkap dan dilumpuhkan. Hal itu dinilai dangkal dan lemahnya strategi gerakan terorisme yang masih bersarang di Indonesia.
30-June-2010
Oleh Abd A’la
Guru Besar Sejarah Pemikiran Islam, dan Pembantu Rektor Bidang Akademik IAIN Sunan Ampel, Surabaya
Tahun ini, melanjutkan keberhasilan tahun sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil meringkus hidup-hidup atau menembak mati beberapa gembong teroris kelas kakap.
Detasemen Khusus (Densus) juga berhasil menguak jaringan dan aksi teror mereka di berbagai tempat. Rabu (23/6), Densus berhasil menembak mati tersangka teroris dan melukai beberapa lainnya di Klaten. Sejak minggu pertama Maret hingga pertengahan Mei 2010, Densus menembak dan menangkap sejumlah teroris di berbagai tempat: Aceh Besar, Pamulang (Banten), Cikampek (Jawa Barat), Cawang (Jakarta Timur), dan Sukoharjo (Solo).