Berita

Muslim Spanyol Membangun Toleransi

05-February-2010

Cultural Open Day. Demikian nama program yang kini dikampanyekan kaum Muslim di Spanyol. Melalui program ini, kaum Muslim membuka masjid-masjid dan pusat kegiatan Islam bagi non-Muslim. Langkah ini dimaksudkan untuk membangun jembatan dengan masyarakat luas dan mengikis kesalahan persepsi terhadap Islam dan kaum Muslim.


Selengkapnya...

Negara Harus Melindungi Hak Beribadah

05-February-2010

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid, mengatakan bahwa negara belum mampu melindungi ataupun menjamin hak beragama warga negaranya. Selama ini, kekerasan berlatar agama cenderung diabaikan dan tidak ditangani.


Selengkapnya...

Said Aqil: Menjadi Muslim Moderat Itu tak Mudah

01-February-2010

JAKARTA--Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, mengatakan kezaliman terhadap umat Islam sudah sangat serius. Sebab itu, untuk bersifat moderat nampaknya merupakan hal yang sulit.


Selengkapnya...

Jangan Rusak Kehidupan Beragama Kita

22-January-2010

Terkait peristiwa penyerangan terhadap gereja di Malaysia belum lama ini, majelis-majelis agama di Indonesia meminta umat beragama di Tanah Air tetap bersikap tenang. Ini merupakan langkah preventif agar peristiwa serupa tak terjadi di Indonesia. Demikian seruan yang disampaikan oleh majelis-majelis agama di Indonesia. ‘’Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut, yang bisa merusak kehidupan beragama,’’ ujar Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Slamet Effendi Yusuf, di Gedung MUI, Jakarta, Senin (18/1).


Selengkapnya...

Membangun Citra Positif Islam

13-January-2010

SAO PAOLO--Mengenang kembali perjalanannya, Ali Mohamed Mazloum dapat merangkumnya dalam beberapa kata. ‘’Bukan langkah yang mudah,’’ ungkap Ali Mohamed Mazloum, Muslim pertama yang menjabat sebagai hakim federal di Brazil, negara berpenduduk mayoritas Katolik, seperti dikutip IslamOnline akhir pekan lalu.


Selengkapnya...

Umat Islam Perlu Tingkatkan Daya Saing

13-January-2010

JAKARTA—Umat Islam di Indonesia masih perlu meningkatkan daya saingnya. Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ridwan Lubis, daya saing umat Islam di Indonesia masih rendah dibandingkan umat Islam di negara lain. Ridwan mengatakan, perlu ada upaya serius dan terencana untuk kemajuan umat ke depan. ‘’Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah membangun keyakinan umat agar memiliki rasa percaya diri yang kuat,’’ katanya di Jakarta, Selasa (12/1).


Selengkapnya...

Penelitian: Radikalisme Masuki Masjid

08-January-2010

JAKARTA—Sebuah penelitian yang dilakukan Center for Study of Religion and Culture (CSRC), UIN Syarif Hidayatullah, mengungkapkan, dalam derajat yang beragam, kelompok Islam radikal telah menggunakan masjid di Solo sebagai sarana penyebaran ideologinya. ‘’Penelitian ini dilakukan terhadap sepuluh masjid yang ada di Solo,’’ kata salah satu peneliti CSRC, Irfan Abu Bakar, saat menjelaskan hasil riset Pemetaan Ideologi Masjid-masjid di Solo di Jakarta, Kamis (7/1).


Selengkapnya...

Ideologi Terorisme Bisa Menguat Kembali

07-January-2010

Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Pol Tito Karnavian mengatakan, ideologi terorisme yang mengajarkan kekerasan untuk mencapai tujuan tetap berpotensi berkembang di tahun 2010 kendati sejumlah gembong terorisme telah tertangkap dan tewas.


Selengkapnya...

Islam Menghormati Keberagaman

06-January-2010

Toleransi, tak harus mencampuradukkan keyakinan agama.

JAKARTA—Konsep pluralisme kembali menjadi perhatian ormas Islam dan mereka berupaya meluruskan soal pluralisme ini. Salah satunya, dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurut Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, pluralisme yang diperjuangkan NU adalah pluralisme sosiologis bukan teologis.


Selengkapnya...

Muslim Portugal Membina Toleransi

05-January-2010

Portugal merupakan negara sekuler. Seperti halnya di banyak negara Eropa, mereka memisahkan secara tegas aspek keagamaan dengan pemerintahan. Meski begitu, negara tetap memberikan perhatian terhadap kehidupan agama dan hubungan antarumat beragama. Ada dua aturan pokok yang berlaku: Pertama, perjanjian khusus ( concordata ) tahun 1940 dengan Keuskupan Roma. Hal itu terkait mayoritas penduduk (84,5 persen) menganut agama Katolik Roma.


Selengkapnya...

  | halaman selanjutnya »