30-June-2010
Oleh Abd A’la
Guru Besar Sejarah Pemikiran Islam, dan Pembantu Rektor Bidang Akademik IAIN Sunan Ampel, Surabaya
Tahun ini, melanjutkan keberhasilan tahun sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil meringkus hidup-hidup atau menembak mati beberapa gembong teroris kelas kakap.
Detasemen Khusus (Densus) juga berhasil menguak jaringan dan aksi teror mereka di berbagai tempat. Rabu (23/6), Densus berhasil menembak mati tersangka teroris dan melukai beberapa lainnya di Klaten. Sejak minggu pertama Maret hingga pertengahan Mei 2010, Densus menembak dan menangkap sejumlah teroris di berbagai tempat: Aceh Besar, Pamulang (Banten), Cikampek (Jawa Barat), Cawang (Jakarta Timur), dan Sukoharjo (Solo).
28-June-2010
Oleh Husein Ja’far Al Hadar
(Direktur Lembaga Study of Philosophy Jakarta)
Mungkin, eksistensi terorisme di Indonesia memang benar-benar telah rapuh, sebagaimana diyakini oleh pihak kepolisian. Pasalnya, baru beberapa waktu lalu Densus 88 berhasil membunuh dan menangkap gerombolan teroris, kini kawanan teroris kembali tertangkap di kawasan Klaten, Jawa Tengah.
Asumsi telah rapuhnya terorisme di Indonesia minimal terbentuk atas beberapa pertimbangan dasar. Pertama, telah dieksekusi mati atau terbunuhnya para pimpinan teroris, khususnya gembong teroris Noordin M Top. Sehingga, koordinasi terorisme di Indonesia dinilai telah lemah tanpa keberadaan para pemimpin kawakan mereka yang memang memiliki kemampuan jebolan Afghanistan. Kedua, mudahnya gerombolan teroris yang kian ada dan tersisa di Indonesia untuk ditangkap dan dilumpuhkan. Hal itu dinilai dangkal dan lemahnya strategi gerakan terorisme yang masih bersarang di Indonesia.
28-June-2010
Oleh A Ilyas Ismail
Islam pada dasarnya adalah agama global dalam arti berlaku di segala ruang dan waktu. Menurut Husain al-Syairazi, pengarang kitab al-Aulamah: Dirasah Islamiyyah Mu`ashirah, Islam bukan saja memiliki watak global, melainkan juga merupakan agama pertama yang sudah mengglobal sejak awal kehadirannya.
Karena Islam berwatak global, dakwah Islam, menurut ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, harus bersifat global pula. Dalam buku, Khithabuna al-Islami fi `Ashr al-Aulamah (Dakwah di Era Globalisasi), al-Qaradhawi menerangkan pentingnya globalisasi dakwah karena dua alasan pokok.
20-March-2010
Ibadah haji dan umrah, selain merupakan rukun Islam yang kelima, juga merupakan satu-satunya ibadah yang berdimensi internasional, umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di tempat yang sama.
09-March-2010
Oleh: Andi Widjajanto
Sejak 22 Februari 2010, Polri menggelar operasi tempur untuk memburu kelompok bersenjata yang melakukan pelatihan militer di kawasan hutan Jalin, Aceh Besar. Gelar operasi Polri ini dapat dianalisa dengan tiga perspektif.
21-February-2010
Imam masjid di New York, Imam Feisal Abdul Rauf, mengatakan ingin menjadi sosok yang mampu membangun jembatan penghubung antara dunia Islam dan Barat dengan baik untuk memupus rasa saling curiga di antara keduanya.
05-February-2010
Sejumlah tokoh lintas agama dari Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk menjalin kerjasama di berbagai bidang. Yaitu masalah-masalah yang terkait dengan keumatan pada umumnya masalah kekinian yang dihadapi masyarakat dunia. Yaitu persoalan kemiskinan, perubahan iklim, pendidikan dan pemerintahan yang bersih atau good governance. Ini merupakan hasil rumusan dari Indonesia-AS Interfaith Cooperation Forum yang berlangsung tiga hari dan ditutup Rabu (27/1).
05-February-2010
Isu radikalisme masih menjadi wacana penting bagi Pemerintah Aljazair. Bukan hanya karena trauma ‘perang sipil’, melainkan perhatian besar terhadap soal radikalisme ini juga mencuat seiring masuknya Aljazair dalam 14 negara yang diawasi khusus oleh AS, terkait isu terorisme.
01-February-2010
Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an, tapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Di tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamofobia sebagai “rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktek diskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa.
01-February-2010
Oleh: Rakaryan Sukarjaputra
Konferensi Internasional mengenai Afganistan yang diselenggarakan satu hari di London, Inggris, Kamis (28/1) lalu, menghasilkan sebuah kesepakatan rencana umum penarikan pasukan asing dari Afganistan dan transisi ”kekuasaan” di negara itu. Ironisnya, rencana umum itu ternyata justru menjadikan reintegrasi para pejuang Taliban sebagai kunci keberhasilannya.